5 Warna Tersier dalam Desain Grafis, Mode, dan Dekorasi

Warna tersier adalah warna yang paling menonjol dalam perpaduan warna. Warna-warna ini merupakan jembatan antara warna primer dan sekunder, sehingga menciptakan spektrum yang dinamis dan cemerlang.

Yang membuat warna tersier begitu menarik adalah bagaimana warna tersebut terbentuk. Dengan menggabungkan warna primer dan warna sekunder dalam campuran yang sama, Anda memperoleh warna antara yang memperluas jangkauan spektrum warna.

1. Apa Warna Tersier?

Warna tersier mencakup enam corak yang unik.

1. merah jingga
2. Kuning-oranye
3. Kuning-hijau
4. Biru-hijau
5. Biru-ungu
6. Merah-ungu

2. Mengisi Roda Warna
Dalam teori warna, warna tersier dibuat dengan mencampur satu warna primer dengan warna sekunder di sebelahnya pada roda warna. Misalnya, mencampur merah (warna primer) dengan jingga (warna sekunder) menghasilkan merah jingga, sedangkan biru dan hijau bergabung membentuk biru-hijau.

Pada roda warna RGB, yang digunakan untuk desain digital, warna tersier dibentuk dengan menyesuaikan keseimbangan warna primer dan sekunder cahaya. Warna-warna ini penting untuk menciptakan transisi yang halus dan palet warna yang bernuansa.

Skema warna tersier dapat bekerja dengan warna komplementer , skema warna analog atau bahkan skema warna tetradis untuk menciptakan desain yang menakjubkan.

Ada tiga warna sekunder yang dapat kita ciptakan dengan mencampur berbagai kombinasi dari tiga warna primer. Lalu ada enam warna tersier yang dapat kita ciptakan dengan pencampuran lebih lanjut.

Ke-12 warna yang dihasilkan membentuk gambaran umum dari apa yang kita anggap sebagai warna tampak, tetapi ada juga kemungkinan kombinasi tak terbatas di antara ke-12 corak ini yang dapat dipertimbangkan oleh para seniman dan desainer untuk karya mereka.

3. Warna Tersier dalam Desain Interior
532839914

Desainer interior menyukai warna tersier karena sifatnya yang serbaguna dan kemampuannya untuk menambah kedalaman . Dinding beraksen biru kehijauan dapat menghadirkan ketenangan dan kecanggihan pada sebuah ruangan, sementara bantal berwarna kuning-oranye menambah kehangatan dan keceriaan.

Warna-warna ini sering kali bertindak sebagai penyeimbang sempurna antara warna hangat dan dingin, sehingga sangat cocok untuk ruang yang harmonis.

Skema warna tersier dapat digunakan untuk menyatukan ruangan dengan warna dominan sekaligus memasukkan elemen pelengkap atau analog. Misalnya, dekorasi merah-ungu yang dipadukan dengan aksesori nila menciptakan tampilan yang kohesif namun dinamis.

4. Warna Tersier dalam Mode
2155004366

Dalam dunia mode, warna tersier menjadi pilihan utama untuk menciptakan tampilan yang unik dan canggih. Mantel merah-oranye yang dipadukan dengan sepatu biru-hijau terlihat berani dan bergaya, sementara aksesori kuning-hijau dapat menambahkan semburat energi pada pakaian netral. Warna tersier menghadirkan kesan individualitas dan gaya pada lemari pakaian apa pun.

Warna-warna perantara ini juga cocok dipadukan dengan tren musiman. Warna-warna dingin seperti biru-ungu sangat cocok untuk koleksi musim dingin, sedangkan warna-warna hangat seperti kuning-oranye mendominasi gaya musim panas.

5. Warna Tersier dalam Branding dan Pemasaran
Merek menggunakan warna tersier untuk menciptakan identitas yang berbeda dan menyampaikan emosi yang bernuansa. Logo berwarna kuning-hijau menunjukkan kesegaran dan vitalitas, sedangkan merah-ungu membangkitkan kreativitas dan kecanggihan. Warna tersier membantu merek menonjol dengan menawarkan sentuhan unik pada warna primer dan sekunder tradisional.

Dalam pemasaran, warna-warna ini sering digunakan dalam skema warna analog untuk menciptakan desain yang menarik secara visual. Misalnya, latar belakang kuning-oranye dengan aksen merah-oranye dan kuning-hijau menciptakan nuansa hangat dan mengundang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *